12 February 2008

Pak Harto Memang Pahlawan

0 komentar
Saat upacara pemakaman jenazah Pak Harto, Presiden SBY meminta seluruh bangsa Indonesia berterimakasih kepada almarhum. Terkait atas darma baktinya kepada Bangsa dan Negara. Presiden juga berkata bahwa bangsa ini telah kehilangan salah putra terbaiknya. Namun polemik timbul apakah beliau layak diberi gelar pahlawan.
Sebelum menarik kesimpulan pantas atau tidaknya pemberian gelar pahlawan ada berberapa jasa dan kekhilafan yang harus diungkap kembali. Pak Harto memang mempunyai jasa yang besar terhadap negeri ini. Jasa yang paling kentara adalah dibidang militer dan ekonomi. Dibidang militer beliau telah ikut berjuang pada revolusi fisik tahun 1945, merebut Yogyakarta lewat Supersemar dan mengamankan irian barat lewat Trikora.
Tak hanya itu ketika tahun 1965 bisa memukul G30S PKI dan menyelamatkan keutuhan bangsa. Yang kemudian melambungkan namanya menjadi orang nomor satu dinegeri ini. Meskipun ada beberapa pihak yang entah sengaja maupun tidak telah “tersingkirkan”.
Dibidang ekonomi jasa beliau juga tak bisa dipandang sebelah mata. Diantaranya mampu meletakkan dasar yang cukup kuat bagi perkembangan dunia usaha. Indikasinya dengan meningkatnya kapasitas sektor riil. Seakan tidak peduli dengan kondisi makro ekonomi, yang paling utama buat beliau adalah rakyat dapat mengakses pekerjaan dan memperoleh pendapatan yang layak.
Konsistensi memperjuangkan rakyat telah teruji dengan REPELITA. Sehingga ketahanan pangan dapat diwujudkan. Terbukti dengan swasembada beras. Trilogi pembangunan yaitu stabilitas, pertumbuhan dan pemerataan pernah dicanangkan. Itu pula yang membuatnya memperoleh gelar bapak pembangunan.
Tiada gading yang tak retak, itu pula yang terjadi pada diri setiap insan manusia. Pak Harto pun demikian, disela sisi positifnya terdapat pula sisi negatif. Yang buat sebagian orang hal tersebut tak bisa dimaafkan. Sisi negatifnya diantaranya pengekangan asas demokrasi, beberapa kasus HAM yang tiada berujung, proses peradilan yang tidak jelas hingga kasus politik yang telah menelan banyak korban.
Kalaupun bangsa ini mempunyai timbangan yang dapat digunakan untuk menimbang antara sisi positif dan negatifnya. Maka tentu saja akan lebih berat pada bagian sisi positifnya. Jika dibuat tingkatan pada hal yang berlevel nasional, lokal hingga personal. Maka jasa nasional beliau lebih banyak dibandingkan kesalahan pada level lokal dan personal.
Menilik pada jasanya diatas maka pantaslah ketika beliau dianugerahkan gelar pahlawan. Sebuah gelar buat mantan pemimpin Indonesia. Mantan pemimpin penjaga kedaulatan negara dan mantan pemimpin pembangunan di Indonesia. Pemberian gelar pahlawan kepada beliau juga bukan hal yang naif. Bahkan ketika ada orang yang ikut sekali dalam perang memperebutkan kemerdekaan saja, oleh negara ini diberi gelar pahlawan. Padahal Pak Harto sudah berulangkali menjaga dan mempertahankan kedaulatan RI pra dan pasca kemerdekaan. Melihat contoh kecil tersebut sudah sepatutnya gelar pahlawan dianugerahkan kepada Almarhum Bapak HM Suharto.
“Jas Merah” jangan sekali kali melupakan sejarah. Setiap orang yang berjasa pada negeri ini layak disebut sebagai pahlawan. Kalaupun terdapat beberapa masalah yang belum terselesaikan silahkan dibawa kemeja peradilan. Jika beliau memang bersalah pada kasus-kasus tertentu silahkan dikomunikasikan ke publik. Tapi sekalipun ada beberapa hal yang memang dianggap salah buat kami engkau tetap pahlawanku. Selamat jalan bapak HM Suharto, Semoga jasamu memberikan sinar terang dalam kuburmu wahai bapak pembangunan. (fata)

Leave a Reply

silahkan diisi.. jika anda punya pendapat atau ide lain

 
Celoteh Fata © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here