31 July 2012

Dusta yang Diperbolehkan

0 komentar
DUSTA YANG DIPERBOLEHKAN

Perlu anda ketahui bahwa dusta itu walaupun pada dasarnya diharamkan tetapi dalam beberapa hal diperbolehkan. Perkataan adalah merupakan jalan untuk menyampaikan sesuatu yang dimaksud. Apabila sesuatu yang dimaksud itu mengandung kebaikan dan bisa disampakan tanpa dengan dusta maka berdusta itu haram, tetapi bila tidak bisa disampaikan kecuali harus berdusta maka berdusta itu diperbolehkan bahkan dalam hal ini ada dusta yang diwajibkan.

Misalnya ada seseorang muslim yang bersembunyi dari orang yang menganiayanya dimana ia akan dibunuh atau akan dirampas hartanya kemudian ada seseorang yang bermaksud jahat menanyakannya maka orang yang mengetahuinya wajib berdusta (tidak boleh menunjukkan walaupun ia mengetahuinya), demikian juga bila seseorang dititipi sesuatu kemudian ada orang yang bermaksud merampoknya maka ia harus berdusta (tidak boleh mengaku). Hal ini adalah berdasarkan hadits berikut.

Dari Ummu Kultsum RA bahwasanya ia mendengar Rasulullah SAW bersabda "Tidaklah dinamakan pendusta (Walaupun berdusta) orang yang mendamaikan persengketaan orang lain yang akhirnya mendatangkan kebaikan atau akan menjadikan orang lain berkata dengan perkataan yang baik" (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Dari riwayat Muslim ada tambahan yaitu bahwasanya Ummu Kultsum berkata : "Saya tidak pernah mendengar Rasulullah SAW memperbolehkan berdusta dalam segala sesuatu yang diucapkanya kecuali dalam tiga hal yaitu:  dalam peperangan, mendamaikan persengketaan orang lain, serta pembicaraan suami kepada istrinya dan pembicaraan istri kepada suaminya".

Semoga bermanfaat
Cianjur, 11 Ramadlan 1433 H/ 31 Juli 2012

Leave a Reply

silahkan diisi.. jika anda punya pendapat atau ide lain

 
Celoteh Fata © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here