24 July 2012

Keutamaan Membaca Al Qur'an

0 komentar

Marhaban ya Ramadlan, selama bulan Ramadlan 1433 H ini, renungan harian akan diisi dari kitab Riyadhus Shalihin. Yang sudah diterjemahkan oleh Drs. Muslich Shabir, MA., yang di cetak dalam buku Terjemah Riyadhus Shalihin terbitan PT. Karya Toha Semarang.

Selamat datang bulannya Al Qur'an, dimana ketika membacanya  di bulan Ramadlan maka pahalanya akan dilipat gandakan oleh Allah SWT. Untuk itu pada edisi perdana ini akan ditulis tentang keutamaan membaca Wahyu dari Allah SWT yang diturunkan oleh Malaikat kepada Nabi Muhammad SAW.

Keutamaan Membaca Al Qur'an 

1. Dari Abu Umamah RA berkata : "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : "Bacalah Al-Qur'an karena sesunggunya Al Qur'an itu nanti pada hari kiamat akan datang untuk memberi syafaat kepada orang yang membacanya". (Riwayat Muslim)

2. Dari An Nawwas bin Sam'an RA berkata : "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : "Pada hari kiamat nanti akan didatangkanlah Al Qur-an dan orang-orang yang mengamalkannya di dunia dengan didahului oleh surat Al Baqarah dan Ali 'Imran untuk mempertahankan orang yang mengamalkannya". (Riwayat Muslim).

3. Dari 'Utsman bin 'Affan RA berkata, Rasulullah SAW bersada: "Sebaik-baik kamu sekalian adalah orang yang belajar dan mengajarkan Al Qur'an". (Riwayat Muslim).

4. Dari 'Aisyah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda : "Orang yang membaca Al Qur'an dan ia mahir maka nanti akan bersama sama dengan para malaikat yang mulia lagi taat. Sedang orang yang membaca Al Qur'an dan ia merasa susah di dalam membacanya tetapi ia selalu berusaha maka ia mendapat dua pahala". (Riwayat Bukhari dan Muslim).

5. Dari Abu Musa Al Asy'ary RA berkata, Rasulullah SAW bersabda : "Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al Qur'an itu adalah seperti Utrujah yang mana baunya harum dan rasanya enak. Perumpamaan orang mukmin yang tidak suka membaca Al Qur'an itu seperti buah kurma yang mana tidak berbau tetapi rasanya manis. Perumpamaan orang munafik yang membaca Al Qur'an itu seperti bunga yang mana baunya harum tetapi rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al Qur'an itu seperi hanzalah yang mana tidak berbau dan rasanya pahit" (Riwayat Bukhari dan Muslim).

6. Dari Umar bin khaththab RA bahwasanya Nabi SAW bersabda "Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat beberapa kaum dnegna Al-Kitab (Al Qur'an) ini, dan Ia akan merendahkan derajat kaum yang lain dengannya" (Riwayat Bukhari dan Muslim).

7. Dari Ibnu Umar RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda : "Tidak ada iri hati itu diperbolehkan kecuali dalam dua hal yaitu : Seseorang yang diberi kemampuan oleh Allah untuk membaca dan memahami Al Qur'an kemudian ia membaca dan mengamalkannya baik pada waktu malam maupun siang; dan seseorang yang dikarunia harta oleh Allah kemudian ia menafkahkannya dalam kebaikan baik pada waktu malam maupun siang". (Riwayat Bukhari dan Muslim).

8. Dari Al Barra' bin 'Azib RA berkata : "Ada seseorang membaca surat Al-Kahfi dan didekatnya ada seekor kuda yang diikat dengan tali pada kanan dan kirinya, kemudian orang itu diliputi semacam awan yang selalu mendekat sehingga kudanya akan lari meninggalkan tempat itu. Pada pagi harinya ia datang kepada Nabi SAW, dan menceritakan apa yang baru saja terjadi, kemudian beliau bersabda : "Itu adalah suatu ketenangan (Rahmat) yang turun karena bacaan Al Qur'an". (Riwayat Bukhari dan Muslim).

9. Dari Ibnu Mas'ud RA, berkata Rasulullah SAW, bersabda : "Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah (Al Qur'an) maka ia mendapat satu kebaikan. Setiap kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan : "Alif Laam Miim" satu huruf tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf". (Riwayat At-Turmudzy).

10. Dari Ibnu 'Abbas RA, berkata, Rasulullah SAW, bersabda : "Sesunggunya seseorang yang di dalam dadanya tiada sedikitpun dari Al Qur'an itu seperti rumah yang kosong" (Riwayat At Turmudzy).

11. Dari 'Abdullah bin 'Amr bin Al 'Ash RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda : "Nanti akan diperintahkan kepada orang yang suka membaca Al Qur'an : Bacalah dengan baik dan tartil sebagaimana kamu membacanya dengan tartil di dunia. Karena sesungguhnya tempatmu (derajatmu) tergantung pada akhir ayat yang kamu baca". (Riwayat Abu Daud dan At Turmudzy).

Dengan banyaknya keistimewaan tadi maka hendaklah kita memperbanyak bacaan Al Qur'an. Buat yang belum fasih teruslah belajar supaya fasih sehingga dapat dua pahala. Buat yang sudah fasih jangan cuma kuantitas bacaanya saja yang diperbanyak. Tapi alangkah baiknya kualitasnya ditingkatkan, yaitu dengan mengkaji karena Al Qur'an adalah pegangan hidup kita. Walaupun kuantitas bacaan pun mendapatkan pahala per hurufnya. Wallahu 'Alam.

Semoga bermanfaat


Cianjur, 4 Ramadlan 1433 H/ 24 Juli 2012

Leave a Reply

silahkan diisi.. jika anda punya pendapat atau ide lain

 
Celoteh Fata © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here