13 August 2012

Matinja Seorang Petani

0 komentar

MATINJA SEORANG PETANI
(Buat L. Darman Tambunan)

1.        
depan kantor tuan bupati
tersungkur seorang petani
karena tanah adalah tanah

dalam kantor barisan tani
silapar marah
karena darah karena darah

tanah dan darah memutar sedjarah
dari sini njala api
dari sini damai abadi

2.        
dia djatuh
rubuh
satu peluru dalam kepala

ingatanja melajang
didakap siksa
tapi siksa tjuma dapat bangkainja

ingatannja kedjaman muda
dan anaknja jang djadi tentara
- - ah, siapa kasi makan merka?- -
isteriku, siangi padi
biar mengamuk pada tangkainja
kasihi mereka
kasihi mereka
kawan kawan kita
suram
padam
dan hitam
seperti malam

3.
mereka berkata
jang kuasa tapi membunuh rakjatnja
mesti turun tahta

4.
padi bunting bertahan
dalam angin
suara loliok disajup gubuk

menghirup hidup
padi bunting
menuai dengan angin

ala, wanita berani
djalan telandjang
di sitjanggang, di sitjanggang
dimana tjangkol dan padi dimusnahkan

mereka jang berumah pendjara
baji digendongan
djuga tahu ari siksa

mereka berkata
jang berkuasa
tapi merampas rakyatnja
mesti turun tahta
sebelum dipaksa

djika datang traktor
bikin gubuk hantjur
tiap pintu kita digedor
kita digedor

--
Keterangan :
Loliok ialah suling dari batang padi dalam sebutan kanak kanak
(sumber : Antologi bersama, “ Matinja seorang petani”)
Kumpulan puisi karya agam wispi, Matinja Seorang Petani (Jakarta: bagian penerbitan lekra, 1961) yang dilarang penguasa perang pada 1960an. Latar belakang puisi “Matinya seorang petani” adalah peristiwa penggusuran petani di Tandjung Morawa.

Dimuat dalam buku Kronik Agraria Indonesia
Karya Muslih Lutfi
Puisi Lain -- > L A T I N I

Leave a Reply

silahkan diisi.. jika anda punya pendapat atau ide lain

 
Celoteh Fata © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here